Kamu yang religius telah membius hatiku. Kamu muslim taat yang selalu bertaubat sebelum kiamat. Suara merdumu saat melantunkan adzan menggetarkan jiwa agar segera bersujud. Bulir-bulir bening seusai wudhu membuatmu semakin menawan. Saat takbir kau ucap, membuat lidah tak mampu berucap, hanya bungkam. Ayat-ayat suci mulai kau bisikkan dalam sholatmu. Ketika kamu bersujud, kamu sangat absurd untuk kudefinisikan.
Ketika pita suaramu menggetarkan ayat-ayat Al-Qur’an, gendang
telinga tergelitik, mengoyak-ngoyak hati agar segera berserah diri pada Ilahi. Dari
tahajjud hingga dhuha kamu tidak pernah lupa. Jemarimu menggerakkan bulir demi
bulir tasbih, mengamit kata indah memuja yang penuh makna. Masjid dan dirimu
adalah darah dan daging. Agama ini adalah kiblat hidupmu.
