Wednesday, May 30, 2012

Poem : Seonggok Kisah Pilu Milik Pohon


Seonggok Kisah Pilu Milik Pohon

Ku bercerita pada embun
Yang membasuh daun layuku
Menenangkan pikiranku
Dari seonggok kisah piluku
Ku berbisik pada rumput
Yang meliuk-liuk
Tergelitik angin
Tentang seonggok harapanku
Ku mengadu pada gunung-gemunung
Betapa angkuh mereka kepadaku
Membunuh, memutilasiku
Dengan gigi busuk besi dan senyum kaku
Ku menangis pada mentari
Karena tirani      
Melilit nurani
Kala keegoisan merajai
Ku berteriak pada malam
Dan awan gemawan
Tentang kuburan tanpa darah dan nisan
Milk saudaraku
Ku terpaku menatap bulan
Tubuhku kaku
Daunku layu
Menanti maut menyapu
Mungkin esok
Aku akan jatuh di tanah ego
Daunku rontok termakan ulat
Dan tanah ini akan menjadi pemakaman tanpa nisan
Biarkan ruhku yang bertanya                   
Pada jiwa tirani dan ego
Sampai kapan mereka akan membuat pemakaman tanpa nisan?

Poem : Malaikat Tak Bersayap


Malaikat Tak Bersayap

Dalam kesendirianku di kamar
Saat semua orang telah bungkam
Dan sibuk dengan mimpinya
Hanya bintang-bintang dan bulan yang bercanda
Hanya hewan nocturnal yang menguasai malam
Aku merenung….
Dalam kesendirianku di kamar
Aku berpikir
Dari manakah asalnya wanita itu??
Apakah ia datang dari langit?
Dari apakah wajahnya terbuat?
Apakah dari cahaya putih di surga?
Dari apakah hatinya dibuat?
Apakah dari baja?
Tapi tidak,, hatinya lembut
Dalam kesendirianku di kamar
Aku mencari buku-buku tentangnya
Di perpustakaan otakku
Jika kusalah, bibirnya tetap melengkung indah
Jika ku marah, wajahnya yang terbuat dari cahaya tetap bersinar
Jika ku sedih, tangan lembutnya menyentuh pipi
Mengusap butiran bening kepekatan
Jika kurapuh dan dingin, ia mengangkatku dan peluknya hangakan jiwa dan ragaku
Jika kusakiti hatinya, wanita itu tetap lembut padaku
Jika ku ragu, mantranya meyakinkanku
Hatinya,adalah ruang belajar yang paling nyaman untuk anak-anaknya
Siapakah wanita itu?
Apakah ia hanya khayalan ?
Tak mungkin, ia hadir dan dapat kusentuh
Apakah ia malaikat?
Tapi ia tak bisa terbang
Tak punya sayap
Lalu siapakah dia?
Mungkinkah ia malakita tak bersayap?

LinkWithin

wirhin content