Showing posts with label Poems. Show all posts
Showing posts with label Poems. Show all posts

Monday, July 22, 2013

Jika Aku Jatuh Cinta



Saya menemukan puisi ini ketika mengunjungi blog seorang kawan (:
Jika Aku Jatuh Cinta 

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-MU,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

(As-Syahid Sayyid Qutb)

Friday, September 21, 2012

GALAU


GALAU
Terangkai abjad demi abjad
Terucap namamu
Terbelenggu aku oleh rindu
Terkurung disini oleh sepi

Ingin aku memberontak pada jarak
Yang menjadikan dirimu semu
Hanya suara dan tulisan jemarimu
Sedangkan diriku hanya berkhayal bagaimana rupamu

Ingin aku memberontak pada rasa rindu
Yang seringkali membuncahkan galau
Yang kadangkala membersitkan setitik ragu
Dan diriku hanya mengadu bersama kalbu

Ingin kuikuti setiap langkahmu
Menjatuhkan pandanganku pada setiap gerakmu
Sekedar untuk memastikan
Baik-baik sajakah dirimu?

Ditulis saat diruang teori kejuruan
Pelajaran PPAP

Wednesday, May 30, 2012

Poem : Seonggok Kisah Pilu Milik Pohon


Seonggok Kisah Pilu Milik Pohon

Ku bercerita pada embun
Yang membasuh daun layuku
Menenangkan pikiranku
Dari seonggok kisah piluku
Ku berbisik pada rumput
Yang meliuk-liuk
Tergelitik angin
Tentang seonggok harapanku
Ku mengadu pada gunung-gemunung
Betapa angkuh mereka kepadaku
Membunuh, memutilasiku
Dengan gigi busuk besi dan senyum kaku
Ku menangis pada mentari
Karena tirani      
Melilit nurani
Kala keegoisan merajai
Ku berteriak pada malam
Dan awan gemawan
Tentang kuburan tanpa darah dan nisan
Milk saudaraku
Ku terpaku menatap bulan
Tubuhku kaku
Daunku layu
Menanti maut menyapu
Mungkin esok
Aku akan jatuh di tanah ego
Daunku rontok termakan ulat
Dan tanah ini akan menjadi pemakaman tanpa nisan
Biarkan ruhku yang bertanya                   
Pada jiwa tirani dan ego
Sampai kapan mereka akan membuat pemakaman tanpa nisan?

Poem : Malaikat Tak Bersayap


Malaikat Tak Bersayap

Dalam kesendirianku di kamar
Saat semua orang telah bungkam
Dan sibuk dengan mimpinya
Hanya bintang-bintang dan bulan yang bercanda
Hanya hewan nocturnal yang menguasai malam
Aku merenung….
Dalam kesendirianku di kamar
Aku berpikir
Dari manakah asalnya wanita itu??
Apakah ia datang dari langit?
Dari apakah wajahnya terbuat?
Apakah dari cahaya putih di surga?
Dari apakah hatinya dibuat?
Apakah dari baja?
Tapi tidak,, hatinya lembut
Dalam kesendirianku di kamar
Aku mencari buku-buku tentangnya
Di perpustakaan otakku
Jika kusalah, bibirnya tetap melengkung indah
Jika ku marah, wajahnya yang terbuat dari cahaya tetap bersinar
Jika ku sedih, tangan lembutnya menyentuh pipi
Mengusap butiran bening kepekatan
Jika kurapuh dan dingin, ia mengangkatku dan peluknya hangakan jiwa dan ragaku
Jika kusakiti hatinya, wanita itu tetap lembut padaku
Jika ku ragu, mantranya meyakinkanku
Hatinya,adalah ruang belajar yang paling nyaman untuk anak-anaknya
Siapakah wanita itu?
Apakah ia hanya khayalan ?
Tak mungkin, ia hadir dan dapat kusentuh
Apakah ia malaikat?
Tapi ia tak bisa terbang
Tak punya sayap
Lalu siapakah dia?
Mungkinkah ia malakita tak bersayap?

Friday, April 13, 2012

Pertemuan


PERTEMUAN

Detak jarum jam
Hari yang bergerak perlahan
Lamaku merangkak
Mencapai waktu tak terlupakan
Sang waktu kini membawaku
pada hari dimana rindu lebur jadi satu
pada jam yang enggan untuk berlalu
dan pada detik hati merasa malu

Rindu Merangkul Sepi


Rindu Merangkul Sepi

Sunyi disini
Sepi sendiri…
Melamun bersama langit malam
Mengkhayal bersama angan
Dalam kelambu bintang gemintang
Pikiranku melayang
Melayang tinggi
Menyesatkanku dalam labirin tentangmu
Mengapa dirimu menghantuiku?
Menyergap dan membawaku pada lembah kerinduan
Bisakah sejenak engkau menghilang?
Dan menghapuskan bayangmu dari pandangan mataku
Semenit saja…..
Wahai angin…….
Bisakah engkau berhenti membisikkan namanya??
Dan juga berhenti untuk meniupkan udara
Yang menggelisahkan sukma? Bisakah??

Rasa


RASA

Sesak mendesak rasa di dalam dada
Membuatku terkulai tak berdaya
Berjuta rasa
Hadir merangkul jiwa

Ku dengar alunan hati
Ku dengar teriakan sanubari
Ku dengar rintihan nurani
Ku ikuti sepenuh hati
                     
Tak dapat ku ingkari
Tak dapat ku pungkiri
Tak dapat ku menutupi
Karna inilah yang dirasakan hati

Haruskah??


HARUSKAH??

Haruskah ku mendusta nurani?
Haruskah ku membohongi sanubari?
Haruskah??
Aku mengaku bisa tapi kalbu tak bisa

Haruskah ku beranjak pergi?
Haruskah ku patahkan sayap
Yang merangkulku selama ini?
Haruskah??
                      
Sulit,,aku tak ingin mengkhianati diriku
Juga puisi sang Gibran
Haruskah ku bertarung melawan kalbu??
Haruskah ku bersembunyi di balik senyum palsu?
Sungguh,,aku tak ingin menyiksa diri..

Disini


DISINI

Disini,,
Aku terhempas kerinduan
Semilir angin seakan menampar hatiku yang galau
Ku hanya tersungging beku pada batu
Yang menatap sendu padaku

Disini,,                 
Aku tersudut hiruk pikuk
Ku tatap gunung gemunung
Yang melotot pada mataku yang layu

Disini,,
Aku bertikai dengan sunyi
Sembari mendengar
Cibiran angin kepada awan
Yang memayungiku

Sedot Pikiran


SEDOT PIKIRAN
Adakah operasi sedot pikiran itu?
Jika ada, aku ingin melakukannya
Tahukah kau mengapa?
Aku ingin melupakanmu
Ingin rasanya buku-buku tentangmu
Yang ada di perpustakaan otakku
Di sumbangkan saja, jika tak ada yang mau
Aku ingin membuang dan membakarnya
Akan ku bakar dengan api kedendamanku
Hingga ia menjadi abu kebencianku padamu
Tapi kenapa itu sulit..
Hingga aku memikirkan tentang jalan pintas
Operasi sedot pikiran
Tapi ternyata tidak ada,
tidak ada satupun dokter ahli mampu melakukannya
Kau! Kau jago matematika
Lantas tidak pandaikah kau menghitung bagaimana perasaan orang lain??
Ternyata kau lebih idiot dari badut
Kau menyuruhku melupakanmu
Setelah kau dan cinta membuka hatiku
Lalu kau masuk mengisi ruang di sana
Kau menyuruh malaikatmu membuang kuncinya
Sengaja, agar kau tidak dapat bebas keluar
dari ruang dalam hati
Agar rasaku ini abadi



Rindu


RINDU
Ada sesuatu yang berkecamuk dalam dada
Sesuatu yang mencoba menggangguku
Menciptakan kegelisahan dan kegundahan
Perasaan ini mengusikku
Tapi entah apa namanya..
Perasaan ini menggelitik saraf otakku
Menggodanya untuk berpikir tentang seseorang
Dan bola mataku menghadirkan sesosok bayang
Bayangan dirinya
Dan dengan sekejap angin membisikkan sebuah kata
Kata yang tepat untuk perasaan ini
Rindu..                       

LinkWithin

wirhin content