Thursday, December 20, 2012

Hey, tak bisakah kamu membaca bahasa tubuhku?


Hey, tak bisakah kamu membaca bahasa tubuhku?

Bahasa tubuh yang mengisyaratkan bahasa kalbu, tak dapatkah kamu membacannya?. Kala ku bertemu denganmu, karbon dioksida dan monoksida berlomba menyelinap dalam paru-paruku, membuat dadaku pengap, sesak. Sungguh. Rasa gugup menyerbu pembuluh darah dan semua system sarafku. Aku terlihat bodoh.
Tidakkah kamu memperhatikannya?. Mata minusku seringkali berkedip dengan cepat lalu menjatuhkan pandang pada benda lain di sekitar – itu karena matamu yang berbinar terlalu menyilaukan. Saat mengenakan jaket, seringkali aku menarik ujung lengan jaketku seakan aku merasa kedinginan tapi tahukah? – aku sedang menyembunyikan rasa gugup yang dahsyat. Untuk beberapa waktu, aku menyentuh tanganmu, tahu kenapa? – aku sedang menyadarkan diriku sendiri bahwa dirimu nyata hadir di depan mata, jarak yang membunuh membuat kita hanya banyak bertemu dalam mimpi dan lamunan. 

Tidakkah kau perhatikan kakiku yang selalu gelisah? – mereka ingin melompat mengutarakan rasa bahagia pada penghuni langit. 
Ada jutaan kata yang terpenjara, aku sulit berbicara karena gugup meraja. Dirimu begitu istimewa hingga aku kehilangan kata membuatku bingung berbuat apa. Sungguh dirimu yang phlgmatis terlalu magis.
Dear (:

LinkWithin

wirhin content