Aku ingin berbagi kisah untukmu,
Tuan Tampan. Malam ini aku insomnia, seperti malam-malam sebelumnya. Insomnia yang
hampir membuatku gila—karena dirimu. Tempat tidurku tak pernah rapi karena aku
selalu saja bergerak kesana-kemari dengan penuh gelisah. Sesekali menengadah
menatap langit-langit kamar dan kadangkala membenamkan wajahku diatas bantal. Sungguh
aku tak suka rasa gelisah. Kamu terus saja memenuhi otakku, seperti asap rokok
yang mengepul menyerang dan menggantung di udara. Kata-kata manismu selalu saja
berdengung di telingaku, menabuh gendang telinga dengan sempurna, merdu namun
membuat galau. Malam-malam begini, disaat sendiri di kamar, rasa rindu itu
semakin terasa, memeluk begitu erat, menjerat begitu kuat, dan aku hanya mampu
menangis. Dan kureka wajahmu dalam angan.
Aku merindukanmu….
