Saturday, October 20, 2012

selamat Ulang Tahun Cinta !



Setahun yang lalu, di sebuah sekolah asrama, di depan gedung perpustakaan kita berbincang. Menyusuri koridor sekolah dirimu melontarkan berbagai pertanyaan. Semua ku jawab dengan cepat dan tepat layaknya lomba cerdas cermat. Hingga pada pertanyaan yang terakhir di senja kala itu, aku terdiam sejenak. Mencoba membuka telinga lebar-lebar hingga mampu mendengarkan kata hati dengan jelas. Dan akhirnya, aku menjawab pertanyaanmu dengan jawaban yang kamu harapkan.
Masih ingatkah di malam harinya? Kala malam yang temaram, di terangi sinar bulan , kita berada di tempat yang sama menyaksikan beberapa penampilan dari panitia dan juga peserta sebagai acara penutupan. Permainan biola seorang kawan saat itu benar-benar mengusik telinga, menggelitik hati, My Love milik Westlife dimainkan dengan sempurna. Dan juga, lagu-lagu perpisahan dari panitia sempat menggoda mata untuk mengalirkan butiran-butiran bening. Malam itu, kita saling mengaitkan jemari, mengutarakan sebuah janji. Masih ingatkah?.
Malam itu terbayang dibenakku tentang hari esok. Kita akan berpisah. Lomba telah usai, dan kita akan kembali ke daerah masing-masing. Jarak akan memisahkan kita, dan entah kapan akan bertemu kembali. Malam itu, diriku risau.
Dalam keterbatasan kita karena jarak, kita menikmati petualangan. Petualangan yang mengesankan. Siapa yang menyangka, petualangan kita masih berlanjut sampai kini?. Terima kasih untuk menemaniku berpetualang selama ini. Ayo lanjutkan petualangan kita! Selamat ulang tahun Cinta !


Nananana..



Entah kata apa yang harus terucap untuk melukiskan suasana hati, kini. Entah apa yang harus kuperbuat untuk mempertontonkan film yang bermain di otak, kini. Sedih, kecewa, amarah dan bingung  melebur manjadi satu. Ingin menangis, tapi airmata enggan untuk mengalir. Dirimu meramu sedih,kecewa, amarah dan bingung sedemikian rupa hingga aku hanya mampu terdiam. Membisu. Mematung. Inginku teriak, tapi pita suara seakan putus. Inginku menangis, tapi kehabisan airmata. Inginku memberontak, tapi aku tak dapat bergerak.

Thursday, October 18, 2012

Dirimu yang Perlahan Menjauh


Dirimu yang Perlahan Menjauh


Jauh. Sejak awal kita memang jauh. Jarak tempatku berpijak dan tempatmu berpijak terpisah ratusan kilometer. Kita rasakan hangatnya mentari yang sama, kita rasakan dinginnya angin malam yang sama hanya saja jarak yang terlalu egois memisahkan kita sejauh ini. Ratusan kilometer. Kala ku teriakkan namamu disini, apakah telingamu mendengarnya? Tidak!. Itu karena kita jauh, jarak yang egois memisahkan kita sejauh ini. Tapi kuyakin akan satu hal. Hatimu pasti mendengarnya. Dapatkah mata kita saling bertemu dengan jarak sejauh ini, ratusan kilometer? Tidak!. Tapi sekali lagi kuyakin akan satu hal, mata batin kita saling bertemu dalam kejauhan. 
Walaupun jarak yang egois memisahkan kita sejauh ini, tapi tidak dengan hati kita. Otak ini tak luput dari pikiran liar yang sering kali menyesatkan kita pada hutan kegelapan. Tapi hati ini, menghasilkan sebuah sihir yang dapat memusnahkan pikiran liar itu. Kita memang hebat. Kala rindu menyerang, kala galau hampir saja melumpuhkan tubuhku dengan kepedihannya, butiran bening mengalir dari ujung mata yang tak tertahankan, rasanya aku ingin pergi. Pergi sejenak, entah kemana. Sekedar untuk menenangkan hatiku. Namun hatimu mengingatkanku, bahwa hatimu adalah tempatku mengadu. 
Perlahan, merangkak menjalani hari yang terasa lebih sulit untuk dilalui. Sungguh jarak memenjarakan kita. Rintangan semakin susah, karena level kita sudah semakin tinggi. Dan kita dihadapkan dengan rintangan yang lebih susah lagi untuk membawa kita pada level berikutnya. So,, nikmati saja semuanya.

Wednesday, October 17, 2012

Amnesiakah Dirimu ??


Amnesiakah Dirimu ??


Apakah dirimu melupakan namaku? Hingga tak pernah lagi menyapaku. Apakah dirimu lupa bagaimana cara membuat lelucon? Hingga kamu tak pernah lagi menciptakan tawaku. Apakah kamu lupa akan alunan nada yang selalu dirimu senandungkan dikala kita bercakap melalui telepon? Amnesia kah dirimu? Apa yang telah terjadi pada kepalamu? Apa yang telah terjadi pada hatimu?.
Kurindukan saat dirimu menyapa lembut diriku dengan nama sapaan khasku, yang membuat seluruh tubuhku lemas dan kekurangan oksigen. Kurindukan saat dirimu membuat lelucon yang membuatku tertawa terbahak-bahak. Kurindukan alunan nada indah petikan senar gitarmu yang selalu kudengar melalui telepon. Kurindukan suara, tulisan jentikan jemarimu, tingkah konyolmu, kurindukan semua tentangmu. 
Aku bertanya pada angin, mengapa dirimu menjadi amnesia dan semakin menjauh? Angin hanya membisu, dan berhembus lembut. Aku berpikir sejenak tentang isyarat yang diberikan oleh angin. Oh, aku tahu maksudnya, dirimu sebenarnya tetap ada di sisiku, merasakan yang sama dengan apa yang kurasakan, hanya saja dirimu membisu. 
Aku bertanya pada semut-semut yang bertransmigrasi dari dinding ke lantai, mengapa dirimu menjadi amnesia dan semakin menjauh? Semut-semut itu tetap saja melanjutkan transmigrasinya, mereka mendengarku hanya saja fokus pada apa yang dicapainya. Aku berpikir sejenak tentang isyarat yang diberikan oleh semut. Oh, aku tahu maksudnya, dirimu mungkin terlalu sibuk hingga tidak memiliki waktu untuk memerhatikan hal-hal yang lain. Baiklah, lanjutkan itu, semoga meraih apa yang dirimu inginkan. 
Adakah disana dirimu bertanya-tanya bagaimana kabarku? Diriku baik-baik saja, disini. Bagaimana dengan dirimu? Kuyakin pasti baik-baik saja, sangat baik malah, karena dalam percakapanku dengan Tuhan, kusebut namamu agar Tuhan senantiasa melindungimu.
Disini, Jiwa yang terkapar lemah karena rindu yang menyerang
Selalu mendoakanmu :)

LinkWithin

wirhin content