Mata Minus Tinggi VS Mata Yang Berbinar
Pertemuan kita waktu itu, telah di atur oleh Sang Penulis
Skenario hidup ini. Naskah drama hidup ini tak pernah di baca oleh siapapun
kecuali Dia, Sang Penulis. Aku bersyukur di pertemukan oleh actor(baca : Mr.
R.O ) saat lomba CESS IV. Pertemuan yang tak terduga itu, telah membawa
perubahan dalam hidupku. My Rainbow in the dark, its him (baca : Mr. R.O).
Dari puluhan kepala yang ada di aula sebagai peserta untuk
mengikuti Technical Meeting malam itu, ada satu kepala yang memancarkan cahaya
putih seperti lampion. Pusat sinar itu adalah sepasang bola mata yang berbinar.
Sekilas wajahnya mirip si Jago Fisika dari IMMIM yang pernah ikut CESS III,
dulu aku mengagumi keahliannya dalam menghitung pembayaran listrik (Baca :
pelajaran Fisika) hahhahaa. Tapi ternyata Mr. R.O yang ku temui di CESS IV
bukan lah si juru hitung pembayaran listrik. Dari pandangan pertama yang
menarik dari MR. R.O hanyalah mata yang berbinar itu. Malam itu berlalu.
Hari pertama tidak ku
sangka mata berbinar milik Mr. R.O itu memiliki kekuatan magis. Sepasang bola
mata itu bisa menghipnotis sepasang bola mataku ini untuk terus
memperhatikannya. Rasanya ingin tidur saja, agar mataku ini tertutup sepanjang
hari(heh??memangnya Sleeping Beauty?). Di hari pertama itu, mata ini tak bisa
ku control. Selalu saja ingin memperhatikan si Mr. R.O itu. Saat itu
penderitaan ku bermulai. Bagaimana tidak, mata dengan minus yang cukup tinggi
ini harus bekerja lebih keras. Ckckckck.
Hari kedua, kupikir
setelah mata ini beristirahat ia akan berhenti memperhatikan orang itu. Dan
ternyata tidak. Bahkan kekuatan mata yang berbinar itu bertambah, makin sakti.
Entah dimana mata itu berguru, Nyi Pelet, Nyi Roro Kidul, Nyisir ah nggak tau
haha. Selain mata ini terhipnotis untuk selalu memperhatikannya, hati ini seperti
ada yang mengetuk, awalnya seperti orang dari panti asuhan minta sumbangan yang
mengetuk, pelan. Tapi lama kelamaan suara ketukan itu berubah seperti Mike
Tyson, si jago tinju kelas kakap yang ngetuk pintu. Dalam tubuh ini juga ada
yang bergetar seperti gempa yang berpotensi tsunami, dahsyat. Tapi ku
sembunyikan dengan berjalan tegak seperti seorang pramugari. Dan satu lagi,
mata ku yang berminus tinggi ini tiba-tiba jadi sakti. Mata ku ini dapat
merekam kejadian dan memutarnya kembali di malam hari. Tapi, ERROR!. Yang di
rekam sama mata ku ini Cuma si Mr.R.O. gila kan? Mataku sekarang seperti
magnet. Setiap dia melihat orang itu, mata ini akan menarik bibir hingga
terbentuk lengkungan ke atas. Malam itu aku keluar kamar, dan keluar dari
ASPUTER. Eh ketemu kucing, melihat mata kucing yang kayak pake softlenss itu,
aku pun berbincang.
“Hai Cing”sapaku”Eh, mata kamu bagus deh cing tukeran yuk,
sementara aja kalo udah pulang ke rumah kita gantian lagi deh”
“Meong!”
“Soalnya mataku ini udah kena sihir, mau yah cing”
“Meong!”
“Ih, meong terus!” karena kesal aku pun kembali ke ASPUTER. Di
tangga menuju kamar, jadi kepikiran kalo mata ini di tukar sama mata kucing
kasihan kucingnya. Pasti kalo jalan dia sempoyongan, kan mataku ini minus.
Sedangkan aku? Yah mungkin masuk On The Spot karna punya mata yang unik.
Hari ketiga. Kerusakan mata ini karna terhipnotis mata yang
berbinar itu semakin parah. Sekarang, mataku jadi detektif. Kalo si mata
berminus tinggi ini tidak melihat mata yang berbinar itu, mata ini akan melirik
kiri kanan kayak orang juling kalo tidak terdeteksi kepala ini siap berputar
seperti burung hantu (parah juga yah). Nah, tapi anehnya kalo mata yang
berbinar itu sudah ketemu, mata berminus tinggi ini mengalihkan pandangan. Dan
kembali ada yang berguncang di dalam perut (lapar dong) di dalam dada maksudnya.
Lebih parah dari wahana putar-petir di Trans Studio.
No comments:
Post a Comment