Aku ingin berbagi kisah untukmu,
Tuan Tampan. Malam ini aku insomnia, seperti malam-malam sebelumnya. Insomnia yang
hampir membuatku gila—karena dirimu. Tempat tidurku tak pernah rapi karena aku
selalu saja bergerak kesana-kemari dengan penuh gelisah. Sesekali menengadah
menatap langit-langit kamar dan kadangkala membenamkan wajahku diatas bantal. Sungguh
aku tak suka rasa gelisah. Kamu terus saja memenuhi otakku, seperti asap rokok
yang mengepul menyerang dan menggantung di udara. Kata-kata manismu selalu saja
berdengung di telingaku, menabuh gendang telinga dengan sempurna, merdu namun
membuat galau. Malam-malam begini, disaat sendiri di kamar, rasa rindu itu
semakin terasa, memeluk begitu erat, menjerat begitu kuat, dan aku hanya mampu
menangis. Dan kureka wajahmu dalam angan.
Aku merindukanmu….

Sepi adalah penghadir kenangan yang paling kejam kakak 😅
ReplyDelete