Malam ini kembali kudengar suara
khasmu mengalun indah di telinga. Kita bercerita cukup banyak malam ini. Sesungguhnya
ingin kuceritakantentang kisah pilu milikku. Namun lampu tiba-tiba padam. Hingga
aku lebih banyak diam. Mengertilah---aku takut gelap. Kumatikan sambungan
telepon kita. Dalam gelapnya kamar berdinding jingga kucari setitik cahaya. Tak
kudapatkan. Aku terlalu takut saat ini dalam selimut gelap, kupejamkan mataku,
memeluk erat boneka pemberianmu, mencoba menghadirkan hal-hal indah dalam
benakku. Hingga akhirnya aku tertidur.
Kamar
berdinding jingga 22:38
Aku terbangun. Cahaya lampu
kembali menerangi kamar berdinding jingga yang memantulkan kehangatan. Aku tersenyum.
Kuraih handphone yang kuletakkan disamping bantal. Aku inign membagi kisah pilu
milikku. Beberapa kali aku menanti nada panggilan itu berubah menjadi suaramu. Hingga
panggilan keempat barulah suaramu terdengar. Sebelum menceritakan kisah pilu
milikku, aku sedikit basa-basi---intermezzo. Oh kamu baru selesai main catur. Aku
bersiap untuk cerita, namun kamu menyuruhku untuk tidur. Aku membantah dan
masih menyiapkan diri untuk cerita. Namun kembali kau memintaku untuk tidur. Ada
seonggok jengkel yang begumal ‘aku ingin cerita’ aku membatin.
Hingga kuputuskan sambungan
telepon begitu saja, selang beberapa menit, kucoba menghubungimu
kembali---tidak aktif. Kucoba lagi, begitu sabar aku menanti suaramu mengudara
hingga barulah pada panggilan kesebelas suaramu terdengar. Baru saja aku ingin
cerita, tentang kisah pilu milikku kembali kamu menyuruhku untuk tidur. Dengan ragu,
berat hati, tak ikhlas ku tekan tombol merah. Suaramu tak lagi mengudara.
Selang beberapa menit, aku
menelpon kembali---tidak aktif. Berpuluh kali aku mencoba tapi tetap tidak
aktif. Dengan pilu yang kumiliki aku menanti suara operator berganti suaramu. Tapi
semu. Mungkin kamu sudah lelap dalam tidur. Dan aku disini, di dalam kamar
berdinding jingga bersama pilu yang tertahan tak Jadi untuk kubagi bersamamu.
Selamat malam dear
Sleep well and sweet
dreams (:

Suka jingga kah kak?
ReplyDelete