Monday, May 27, 2013

Kala Lagu ‘Sahabat Kecil’ Memainkan Suasana


Kala Lagu ‘Sahabat Kecil’ Memainkan Suasana

Aku ingin bercerita sedikit tentang lagu milik Ipang yang berjudul ‘Sahabat Kecil’. Petikan gitar akustik menggoda kita untuk mendekat ke panggung. Kamu berdiri disini, tepat di sampingku.
Baru saja berakhir
Hujan di sore ini

Aku kemudian berbisik mendekat ke telingamu ‘ini lagu favoriteku’ begitu ucapku sambil tersenyum tipis.
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi

Kamu mengangguk pelan sambil tersenyum. Dan kita mulai menikmati lagu dan suasana.
Tak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya

‘dear, tunggu lirik berikutnya pas sekali untuk kita’ ucapku sambil kembali berbisik padamu.
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa dibeli

Kamu menoleh padaku, sambil tersenyum—pandangan kita bertemu. Oh sungguh, kamu begitu manis. Dan lagi aku kembali berbisik ‘lirik yang ini juga’. Kamu hanya diam seolah menanti tak sabar lirik berikutnya.
Bersamamu kuhabiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya

Kamu menoleh padaku, menjatuhkan binar cahaya matamu tepat dimataku, kamu tersenyum---begitu manis. Ada bahagia yang mengakar, ada getar gugup yang menjalar di seluruh tubuhku. Alunan gitar dan suara merdu sang kawan masih terdengar. Kamu menatap mereka, menikmati permainannya. Sedangkan aku menatapmu lekat-lekat, tanpa kau sadari. Kunikmati kilau binar matamu yang indah, kuperhatikan wajahmu inci demi inci—diam-diam, begitu hati-hati hingga kau tak menyadari, aku berbisik dalam sanubari---aku menyayangimu tuan tampan.
Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Takkkan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi

Kamu melambai-lambaikan tangan di atas, menikmati suasana. Aku pun menikmati suasana dengan caraku sendiri. Menikmati kebersamaan kita, suasana yang nyaman dan membahagiakan ini kunikmati dengan ucap syukur dan senyum manis, kurekam tiap detik kejadian yang kuyakini nanti akan meluap menjadi memoar rindu.
Bersamamu kuhabiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini

Kembali kulekatkan perhatianku padamu. Diam-diam seperti biasa. Tuan Tampan kamu sungguh menawan.
Kunikmati semua suasana
Saat bersamamu (:


1 comment:

LinkWithin

wirhin content