Fotomu dan dirinya itu sudah cukup
membuatku terluka. Dan gadis yang bersurai indah—tolong hentikan kisah-kisahmu
atau kesamaanmu dengan dia. Sadarkah? Itu menggoreskan luka yang menganga. Tak perlu.
Tak perlu kau ulangi cerita tentang kisahmu kepadaku, nanti aku semakin
terluka.
Simpan saja untuk kalian berdua. Jika ingin
kau bagi, jangan bagi kepadaku. Karena aku tak ingin luka ini semakin menganga—semakin
memerah. Aku disini sendiri bersama rindu yang bergelayut di antara sunyi. Jangan
ceritakan kisah kebersamaan kalian, aku jadi iri hati.
Aku di sini dipeluk risau, ditemani air
mata. Jangan ceritakan kisah bahagia, telingaku enggan mendengarnya.
Aku disini tergopoh-gopoh mengejar
bayangnya. Ingin melihat mata indahnya. Tapi semakin dekat ia berada semakin
sulit ia kujamah. Atau hanya merintih dalam kamar. Jika kuberjalan cepat agar
mampu menikmati binar matanya, ku takut ia akan berlari menjauh dariku. Jadi aku
hanya berdiam di tempat agar ia juga tetap pada tempatnya. Sehingga mampu menikmati
binar matanya walau dari kejauhan—walau samar-samar.

nyesek banget ceritanya kak :)
ReplyDeletejadi pengen nangis :) keepwriting kak arum
ReplyDeleteitu kisah nyata kak?
Passe kakak 😂
ReplyDelete