Friday, July 12, 2013

KETIKA AKU SEDANG KACAU



KETIKA AKU SEDANG KACAU

Fotomu dan dirinya itu sudah cukup membuatku terluka. Dan gadis yang bersurai indah—tolong hentikan kisah-kisahmu atau kesamaanmu dengan dia. Sadarkah? Itu menggoreskan luka yang menganga. Tak perlu. Tak perlu kau ulangi cerita tentang kisahmu kepadaku, nanti aku semakin terluka.
Simpan saja untuk kalian berdua. Jika ingin kau bagi, jangan bagi kepadaku. Karena aku tak ingin luka ini semakin menganga—semakin memerah. Aku disini sendiri bersama rindu yang bergelayut di antara sunyi. Jangan ceritakan kisah kebersamaan kalian, aku jadi iri hati.
Aku di sini dipeluk risau, ditemani air mata. Jangan ceritakan kisah bahagia, telingaku enggan mendengarnya.
Aku disini tergopoh-gopoh mengejar bayangnya. Ingin melihat mata indahnya. Tapi semakin dekat ia berada semakin sulit ia kujamah. Atau hanya merintih dalam kamar. Jika kuberjalan cepat agar mampu menikmati binar matanya, ku takut ia akan berlari menjauh dariku. Jadi aku hanya berdiam di tempat agar ia juga tetap pada tempatnya. Sehingga mampu menikmati binar matanya walau dari kejauhan—walau samar-samar.

3 comments:

  1. nyesek banget ceritanya kak :)

    ReplyDelete
  2. jadi pengen nangis :) keepwriting kak arum
    itu kisah nyata kak?

    ReplyDelete

LinkWithin

wirhin content