Thursday, October 18, 2012

Dirimu yang Perlahan Menjauh


Dirimu yang Perlahan Menjauh


Jauh. Sejak awal kita memang jauh. Jarak tempatku berpijak dan tempatmu berpijak terpisah ratusan kilometer. Kita rasakan hangatnya mentari yang sama, kita rasakan dinginnya angin malam yang sama hanya saja jarak yang terlalu egois memisahkan kita sejauh ini. Ratusan kilometer. Kala ku teriakkan namamu disini, apakah telingamu mendengarnya? Tidak!. Itu karena kita jauh, jarak yang egois memisahkan kita sejauh ini. Tapi kuyakin akan satu hal. Hatimu pasti mendengarnya. Dapatkah mata kita saling bertemu dengan jarak sejauh ini, ratusan kilometer? Tidak!. Tapi sekali lagi kuyakin akan satu hal, mata batin kita saling bertemu dalam kejauhan. 
Walaupun jarak yang egois memisahkan kita sejauh ini, tapi tidak dengan hati kita. Otak ini tak luput dari pikiran liar yang sering kali menyesatkan kita pada hutan kegelapan. Tapi hati ini, menghasilkan sebuah sihir yang dapat memusnahkan pikiran liar itu. Kita memang hebat. Kala rindu menyerang, kala galau hampir saja melumpuhkan tubuhku dengan kepedihannya, butiran bening mengalir dari ujung mata yang tak tertahankan, rasanya aku ingin pergi. Pergi sejenak, entah kemana. Sekedar untuk menenangkan hatiku. Namun hatimu mengingatkanku, bahwa hatimu adalah tempatku mengadu. 
Perlahan, merangkak menjalani hari yang terasa lebih sulit untuk dilalui. Sungguh jarak memenjarakan kita. Rintangan semakin susah, karena level kita sudah semakin tinggi. Dan kita dihadapkan dengan rintangan yang lebih susah lagi untuk membawa kita pada level berikutnya. So,, nikmati saja semuanya.

Wednesday, October 17, 2012

Amnesiakah Dirimu ??


Amnesiakah Dirimu ??


Apakah dirimu melupakan namaku? Hingga tak pernah lagi menyapaku. Apakah dirimu lupa bagaimana cara membuat lelucon? Hingga kamu tak pernah lagi menciptakan tawaku. Apakah kamu lupa akan alunan nada yang selalu dirimu senandungkan dikala kita bercakap melalui telepon? Amnesia kah dirimu? Apa yang telah terjadi pada kepalamu? Apa yang telah terjadi pada hatimu?.
Kurindukan saat dirimu menyapa lembut diriku dengan nama sapaan khasku, yang membuat seluruh tubuhku lemas dan kekurangan oksigen. Kurindukan saat dirimu membuat lelucon yang membuatku tertawa terbahak-bahak. Kurindukan alunan nada indah petikan senar gitarmu yang selalu kudengar melalui telepon. Kurindukan suara, tulisan jentikan jemarimu, tingkah konyolmu, kurindukan semua tentangmu. 
Aku bertanya pada angin, mengapa dirimu menjadi amnesia dan semakin menjauh? Angin hanya membisu, dan berhembus lembut. Aku berpikir sejenak tentang isyarat yang diberikan oleh angin. Oh, aku tahu maksudnya, dirimu sebenarnya tetap ada di sisiku, merasakan yang sama dengan apa yang kurasakan, hanya saja dirimu membisu. 
Aku bertanya pada semut-semut yang bertransmigrasi dari dinding ke lantai, mengapa dirimu menjadi amnesia dan semakin menjauh? Semut-semut itu tetap saja melanjutkan transmigrasinya, mereka mendengarku hanya saja fokus pada apa yang dicapainya. Aku berpikir sejenak tentang isyarat yang diberikan oleh semut. Oh, aku tahu maksudnya, dirimu mungkin terlalu sibuk hingga tidak memiliki waktu untuk memerhatikan hal-hal yang lain. Baiklah, lanjutkan itu, semoga meraih apa yang dirimu inginkan. 
Adakah disana dirimu bertanya-tanya bagaimana kabarku? Diriku baik-baik saja, disini. Bagaimana dengan dirimu? Kuyakin pasti baik-baik saja, sangat baik malah, karena dalam percakapanku dengan Tuhan, kusebut namamu agar Tuhan senantiasa melindungimu.
Disini, Jiwa yang terkapar lemah karena rindu yang menyerang
Selalu mendoakanmu :)

Friday, September 21, 2012

GALAU


GALAU
Terangkai abjad demi abjad
Terucap namamu
Terbelenggu aku oleh rindu
Terkurung disini oleh sepi

Ingin aku memberontak pada jarak
Yang menjadikan dirimu semu
Hanya suara dan tulisan jemarimu
Sedangkan diriku hanya berkhayal bagaimana rupamu

Ingin aku memberontak pada rasa rindu
Yang seringkali membuncahkan galau
Yang kadangkala membersitkan setitik ragu
Dan diriku hanya mengadu bersama kalbu

Ingin kuikuti setiap langkahmu
Menjatuhkan pandanganku pada setiap gerakmu
Sekedar untuk memastikan
Baik-baik sajakah dirimu?

Ditulis saat diruang teori kejuruan
Pelajaran PPAP

Sunday, September 16, 2012

Inikah Rasanya Jarak??


INIKAH RASANYA JARAK??

Jarak sejauh ini tak mampu membuat kita berbuat dan bergerak lebih banyak. Seakan-akan aku dan kamu tak punya ruang untuk saling  bersentuhan juga saling menatap. Rasanya menyakitkan jika keterbatasanku dan keterbatasanmu menjadi penyebab kita tak banyak tahu dan tak banyak bertemu. Setiap hari, kita menahan rindu yang semakin menggebu dan tak mereda. Inikah cara cinta menyiksa? Melalui jarak ratusan kilometer?

Aku menghela napas, membayangkan jika kamu bisa terus berada di sampingku dan merasakan yang juga kurasakan. Maka mungkin tak akan ada air mata ketika hanya tulisan dan suara yang bisa menguatkan kita. Maka tentu saja tak akan ada ucapan rindu berkali-kali yang terlontar dari bibir kita, ketika perasaan itu semakin membabibuta.

Apakah yang kita pertahankan selama ini? Apakah yang kita andalkan sejauh ini? Sekuat apakah perasaan cinta kita? Menahan dan mempertahankan, dan kadangkala memicu pertengkaran. Tapi... itulah manisnya jarak, ia membuat kita saling menyadari, tak ada cinta tanpa luka, tak ada cinta tanpa rindu.

Sayang, apalah arti ratusan kilometer jika kita masih mengeja nama yang sama? Apakah arti jauhnya jarak jika aku dan kamu masih sangat mungkin mempertahankan semuanya? Kita jarang saling bergenggaman tangan, jarang sekali berpelukan, dan sangat jarang saling berpandangan. Namun, percayalah sayang, tak saling bersentuhan bukan berarti cinta kita punya banyak kekurangan.

Apa yang kucari dan apa yang kamu cari? Tak ada, kita masih meraba-raba apa itu cinta dan bagaimana kekuatan itu bisa membuat kita bertahan. Rasa cemburu, rasa ragu, dan rasa rindu sebenarnya adalah pemanis. Tidak ada hal yang sangat berat, jika kita melalui berdua melewatinya bersama.

Selama bulan yang kita lihat masih sama, selama sinar matahari yang menyengat kulit kita masih sama hangatnya, maka pertemuanku dan kamu masih akan tetap terjadi.

Jarak hanyalah sekadar angka, jika kita masih memperjuangkan cinta yang sama.

with love :)
Dwitasari

Cerita ini dikutip dari dwitasarii.blogspot.com J

Monday, September 10, 2012

KENAPA JARAK RATUSAN KILOMETER MEMISAHKAN KITA?????
KENAPA???
BERITAHU PADAKU ALASANNYA???
AKU INGIN TAHU!!!!!!!

LinkWithin

wirhin content